jump to navigation

Laporan Keuangan berdasarkan SAK ETAP dalam SPT Tahunan PPh January 16, 2012

Posted by maskokilima in Tax.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Awal-awal tahun 2012 ini merupakan merupakan hari-hari yang sibuk bagi accounting manager mayoritas perusahaan yang berdomisili di Indonesia. Sampai dengan akhir April 2012 mereka di haruskan mempersiapkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak 2011. Tentunya sebelum membuat SPT Tahunan PPh, para manager accounting itu harus membuat Laporan Keuangan terlebih dahulu. Benar! Laporan Keuangan adalah dasar pembuatan SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak yang menyelenggarakan pembukuan. Tentunya Laporan Keuangan tersebut harus sudah dilakukan rekonsiliasi fiskal terlebih dahulu.

Tahun pajak 2011 adalah tahun pajak pertama kali bagi mayoritas Wajib Pajak untuk membuat Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang mulai berlaku efektif per 1 Januari 2010. Mayoritas Wajib Pajak di Indonesia adalah entitas yang masuk dalam kategori ETAP ini, yaitu entitas tanpa akuntabilitas publik yang signifikan. Menurut SAK ETAP ini entitas dikategorikan memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:

  1. entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau
  2. entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pesniun, reksa dana dan bank investasi.

Sedangkan ETAP adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal dalam SAK ETAP ini adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur dan lembaga pemeringkat kredit. Meskipun Otoritas Pajak (Direktorat Jenderal Pajak, Kemeterian Keuangan RI) tidak disebutkan dalam SAK ini sebagai pengguna eksternal Laporan Keuangan, namun sejatinya DJP merupakan pengguna ekternal juga dari Laporan Keuangan ini karena seperti dijelaskan di atas, bahwa Laporan Keuangan merupakan dasar pembuatan SPT, dan membuat serta melaporkan SPT merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak.

SAK ETAP merupakan SAK versi mudah yang ditujukan khusus untuk perusahaan kecil dan menengah (UKM) yang diadopsi dari IFRS for SME. Dengan adanya SAK ETAP ini maka di Indonesia terdapat tiga pilar Standar Akuntansi yaitu SAK Syariah untuk usaha yang menggunakan metode syariah, SAK ETAP untuk UKM dan SAK Non ETAP yang dalam tahap konvergensi dengan IFRS. Dengan adanya tiga pilar Standar Akuntansi ini maka lengkaplah sudah Standar Akuntansi yang ada untuk seluruh kebutuhan pelaku usaha.

Perbedaan SAK ETAP (IFRS for SME) dengan SAK Non ETAP (IFRS) adalah bahwa SAK Non ETAP (IFRS) menggunakan pengukuran nilai wajar untuk harta dan kewajibannya sehingga akan sering melakukan revaluasi, sedangkan SAK ETAP (IFRS for SME) menggunakan nilai wajar hanya untuk aktiva tertentu misalnya Efek. Dengan kata lain SAK ETAP jauh lenbih mudah untuk diterapkan dengan biaya yang murah daripada SAK Umum.

Dengan berlakunya secara Efektif SAK ETAP pada 1 Januari 2011, maka mayoritas Wajib Pajak di Indonesia harus menggunakan SAK ETAP ini untuk Laporan Keuangan tahun Pajak 2011. Jika suatu entitas Laporan Keuangannya mematuhi SAK ETAP ini, maka entitas tersebut harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan secara penuh bahwa Laporan Keuangannya mematuhi SAK ETAP ini dalam catatan atas Laporan Keuangan (Par 3.3). Lebih lanjut, masih dalam par 3.3 dinyatakan bahwa Laporan Keuangan tidak boleh menyatakan mematuhi SAK EATP kecuali jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK ETAP.

Bagaimana jika suatu entitas yang memenuhi persyaratan untuk menerapkan SAK ETAP memilih untuk menerapkan SAK Non ETAP? hal ini diperbolehkan sepanjang dilakukan dengan taat azas, namun entitas tersebut tidak diperkenankan lagi untuk menerapkan SAK ETAP untuk Laporan Keuangan periode berikutnya. Dengan kata lain, sekali memilih SAK Non ETAP maka akan berlaku terus berikut konsekuensinya (revaluasi, biaya, dsb). Karena SAK ETAP adalah yang paling mudah dan murah, maka pilihan menggunakan SAK ETAP dalam Laporan Keuangan UKM adalah pilihan yang wajar.

Bagaimana implikasi perpajakannya? Dalam penjelasan Pasal 28 ayat 7 KUP dinyatakan bahwa “… pembukuan harus diselenggarakan dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, kecuali peraturan perundang-undangan perpajakan menentukan lain.” Dari sini jelas bahwa jika Wajib Pajak tidak menerapkan salah satu dari tiga standar akuntansi yang ada di Indonesia (SAK Syariah, SAK ETAP atau SAK Non ETAP) maka dianggap bahwa Wajib Pajak tidak mematuhi Pasal 28 KUP. Entitas yang memenuhi persyaratan untuk menerapkan SAK ETAP, harus membuat Laporan Keuangan sebagaimana disyaratkan oleh par 3.12 SAK ETAP yaitu:

  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
  4. Laporan Arus Kas, dan
  5. Catatan atas Laporan Keuangan.

Meskipun dalam persyaratan kelengkapan SPT hanya disyaratkan Neraca dan Laporan Laba Rugi, namun sesuai dengan SAK ETAP, seluruh komponen Laporan Keuangan di atas wajib dibuat untuk dapat dinyatakan mematuhi SAK ETAP ini. Jika tidak membuat Laporan Keuangan seperti yang disyaratkan dalam SAK ETAP ini, maka jika Wajib Pajak dilakukan pemeriksaan, akan dikenakan sanksi kenaikan (bukan lagi sanksi bunga) karena tidak mematuhi Pasal 28 atau the worst case adalah dikenakan sanksi pidana Pasal 39 yaitu tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan di Indonesia sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Meskipun Wajib Pajak berkilah sudah melakukan pembukuan namun jika pembukuan yang diselenggarakannya tidak mematuhi Standar Akuntansi Keuangan yang ada maka sanksi perpajakan akan menunggu. Jadi untuk UKM, silakan pilih mana SAK ETAP atau SAK Lainnya?

About these ads

Comments»

1. mas stein - January 16, 2012

saya pikir tombol “like” ndak terlalu berguna, lebih bermanfaat kalo ada tombol “share”, yang saya cari-cari dari tadi ndak ketemu :D

2. maskokilima - January 16, 2012

sayang tombol itu gak ada mas, mungkin wordpress bisa berguru sama facebook…?

terimakasih comment-nya

3. mas stein - January 16, 2012

ada, monggo sampeyan buka wordpress dashboard, cari di setting > sharing :D

4. maskokilima - January 16, 2012

hahahahaha, makasih mas…
ketahuan jarang buka setting di dashboard..

:shy

5. ayumarsela - April 29, 2012

apa sich perbedaan antara sak etap n ifrs khususnya tentang laporan laba ruginya?

6. yulinda sari - June 5, 2012

ada gak contoh laporan keuangan yang sudah sesuai dengan penerapan SAK ETAP??? kyk gima sih rupanya? :)

7. wein dagi - June 11, 2012

kaseh contoh donkz…….

8. eva marwah munawarah - July 24, 2012

mau dong di kasi contoh laporan keuangan SAK ETAP. sekalian perbedaan yang mendasar dengan laporan keuangan IFRS.

9. eva marwah munawarah - July 24, 2012

eh lupa, makasih sebelumnya :)

10. Sinta Fera Roro - March 4, 2013

tolong donk minta contoh format laporan keuangan yg sesuai sak etap.trus apa ada pos yang membedakan dengan psak?

11. Totokmudana - January 4, 2014

maaf sy telat, sy juga butuh format laporan keuangan sesuai PSAK ETAP, saya penasaran karena ingin tahun perbedaan dengan laporan IFRS. Trims


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: