jump to navigation

Ikan October 28, 2008

Posted by maskokilima in Rumah.
Tags: , , , , ,
trackback

sedih lagi deh…..

Ikan-ikan mungil kami tewas serempak. Yang tersisa hanyalah ikan kasar tak sedap dilihat dan bertugas membersihkan kolam kami dari lumut-lumut hijau menjijikkan. Tapi justru ikan itulah yang lebih kuat dan bertahan terhadap perubahan lingkungannya.

Ikan-ikan itu mati justru karena kami ingin membersihkan kolam ikan, agar airnya lebih jernih dan kami lebih leluasa memandang mereka berkejaran di sela-sela patung burung bangau atau di bawah air terjun buatan. Entah siapa yang salah! Entah karena asisten baru kami belum medapatkan transfer knowledge dari asisten lama kami secara kaffah, entah karena dia (asisten baru) malu bertanya, entah karena kami kurang melakukan pengawasan melekat.

Sederhana saja, karena maskokilima adalah daerah perkampungan di jakarta, air tanah merupakan barang mewah. Kami sudah terbiasa dan membiasakan diri untuk menggunakan air olahan dari PAM yang memang bukan air minum tapi paling tidak cukuplah bersih. Termasuk juga untuk air keperluan ikan-ikan kami itu. Alasan yang juga sederhana, karena kami tidak mampu membayar orang untuk mengebor bumi berpuluh atau beratus meter untuk mencari air bersih di daerah kami. Dan kalaupun kami mampu membayar itu semua, kami tidak mampu membayar pajak tahunannya.😛

Jadilah ikan-ikan kami itu terbiasa hidup di air PAM yang kadar kaporitnya sungguh tinggi. Ikan-ikan mungil tersebut akan cepat mati jika dipaksakan hidup di air PAM tanpa penyesuaian yang memadai. Untuk itulah kami menyediakan larutan antichlorine untuk meng-adjust lingkungan air PAM tadi agar mendekati dengan lingkungan asli ikan-ikan kecil kami. Selama ini tidak ada masalah yang berarti, dalam melakukan pergantian air kolam (kegiatan kuras-menguras air kolam yang kami anggarkan seminggu sekali).

Tapi ya itu entah karena apa, asisten baru kami, setelah menguras air kolam dan mengisi kolam itu dengan air baru dari PAM, hanya menambahkan satu dosis antichlorine. Duh! Kalau saja dia mau baca petunjuk penggunaan di sana. Tertera jelas, satu dosis hanya untuk air 20 liter! Atau kalau saja ayah tidak langsung menidurkan dua mahluk manis itu pasti akan tertolong jiwa ikan-ikan kecil itu.

Tapi sudahlah, seminggu ini, kita lihat saja si belang yang doyan makan lumut, siapa tahu lama-kelamaan si belang itu tampak seperti ikan maskoki dengan sirip-sirip panjang nan gemulai.

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: