jump to navigation

Zakat dalam PPh October 29, 2008

Posted by maskokilima in Sekolah, Tax.
Tags: , , ,
trackback

Banyak sekali teman-teman yang menanyakan emang zakat bisa mengurangi pajak yang harus dibayar? Atau Zakat apa saja sih yang bisa mengurangi pajak yang harus dibayar? Meskipun banyak pula yang tidak ambil pusing karena merasa ibadah reward-nya bukan di dunia tapi di akherat. Namun tidak sedikit pula temen yang berbeda keyakinan merasa dipinggirkan kok cuma zakat yang bisa mengurangi pajak? Kok persepuluhan kami gak bisa? Pajak gak adil dong?

Dalam Undang-undang pajak yang lama (yang berlaku dari tahun 2001 sampai dengan 2008) dijelaskan di pasal 9 bahwa sumbangan dsb tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, kecuali zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah . Dalam penjelasannya diungkapkan pula bahwa zakat tersebut harus berkenaan dengan penghasilan yang menjadi objek pajak.

Dalam Undanp-undang pajak terbaru yang akan berlaku tahun 2009 (batang tubuh dapat di download di sini, sedangkan penjelasan dapat didownload di sini) memang terdapat perubahan dalam pasal ini. Tapi sebelum membahas zakat di PPh berdasarkan UU baru, mari kita cermati zakat sebagai pengurang PPh di UU lama.

Dalam UU PPh lama, petunjuk pelaksanaan zakat sebagai pengurang PPh diatur di Keputusan Dirjen Pajak nomor KEP-163/PJ./2003. Dalam KEP ini di atur bahwa maksimal zakat yang boleh dikurangkan adalah 2,5% dari penghasilan bruto dan harus terkait dengan penghasilan sebagai objek pajak.

Lalu kita lihat sekarang apa itu zakat dan ada berapa macam zakat? Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam yang secara harfiah berarti menyucikan dan secara terminologi berarti syariah. Ada dua jenis zakat yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat Fitrah dibayar setahun sekali setahun menjelang Iedul Fitri setara 2,5 Kg. makanan pokok. Sedangkan Zakat Maal terdiri dari Zakat Hewan Ternak, Zakat hasil Pertanian, Zakat Emas dan/atau Perak, Zakat harta Perniagaan, Zakat Hasil Tambang, Zakat Barang Temuan dan terkahir adalah Zakat Profesi, semua itu dengan nisab dan perhitungan sendiri-sendiri. Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang macam-macam dan perhitungan zakat maal silakan lihat di sini.

Dari bermacam-macam zakat tersebut, yang bisa dijadikan penguran PPh menurut UU PPh lama adalah zakat atas penghasilan. Zakat atas penghasilan ini, kalau disamakan dengan zakat Maal tentu sangat berbeda. Kalu mau di dekat-dekatkan, yang paling mendekati adalah Zakat Profesi (padahal sebenarnya jenis zakat ini tidak ada di jaman Rasullulah SAW) dan zakat hasil pertanian (meskipun dibatasi hanya 2,5%, padahal zakat hasil pertanian bisa sampai 10% besarnya dari nilai panen).

Jenis zakat yang lain (kecuali zakat fitrah) yang lebih menitik beratkan perhitungan pada sisi bagian neraca (harta) tidak dapat dikurangkan sebagai biaya karena tidak berhubungan langsung dengan penghasilan. Perhitungan zakat yang boleh dibiayakan dalam PPh sesuai KEP-163 di atas, lebih menitik beratkan perhitungan pada sisi penghasilan (rugilaba) yang kurang relevan dengan makna Maal sendiri yang berarti harta.

Sukur Alhamdulillah, dalam UU PPh yang baru ini, kata zakat atas penghasilan diganti menjadi hanya zakat saja. Implikasinya, semua zakat yang dibayar oleh Muslim dan Badan yang dimiliki oleh Muslim dapat dikurangkan dari PPh, termasuk semua jenis zakat maal baik yang perhitungannya dari penghasilan (rugi-laba) atau dari harta (neraca). Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah Zakat Fitrah juga bisa jadi pengurang PPh dan juga apakah PERDirjen yang baru tentang pelaksanaan zakat sebagai pengurang PPh ini tetap membatasi hanya sebesar 2,5% dari penghasilan? Semoga bukan.

Untuk teman-teman yang berbeda keyakinan, juga mendapatkan fasilitas bahwa sumbangan wajib yang terkait dengan agama atau kepercayaan dapat dikurangkan juga, seperti sepersepuluhan tadi. Fair khan..?

Ayah Rulli

Comments»

1. deden - November 3, 2008

Salam kenal Pak, semakin banyak blog yang membahas pajak semakin bagus, Tulisan pajak yang berhubungan dengan zakat masih sedikit. mudah-mudahan tulisan Bapak tentang pajak bisa memberi pencerahan. Bisa saling tukar link ga? tq.

2. maskokilima - November 5, 2008

Tentu saja bisa mas deden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: