jump to navigation

Penghasilan Anak di PPh, dulu, sekarang dan nanti 2009 October 31, 2008

Posted by maskokilima in Tax.
Tags: , , , , ,
trackback

Mungkin anda mengenal Sherina Munaf, gadis cantik bersuara merdu yang selain pinter menyanyi juga bagus acting-nya. Tapi tulisan ini tidak dan bukan ditujukan untuk melukiskan profile Sherina. Tulisan ini akan membahas aspek perpajakan pada anak yang belum dewasa dan dalam contoh kali ini dipakai Sherina yang dari kecil memang sudah dapat menghasilkan uang sendiri melalui suara ataupun acting-nya.

Dalam UU PPh, aturan tentang bagaimana perhitungan penghasilan anak yang belum dewasa di atur dalam Pasal 8 ayat (4). Pengertian anak yang belum dewasa adalah anak yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah. Pasal 8 ayat (4) UU PPh yang lama dinyatakan sebagai berikut: Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya, kecuali penghasilan dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha orang yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) huruf c.

Dalam penjelasannya dinyatakan sebagai berikut: Penghasilan anak yang belum dewasa yang tidak digabung dengan penghasilan orang tuanya hanya penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau kegiatan dari orang yang mempunyai hubungan istimewa dengan anak tersebut.

 Jadi, jika Sherina mendapat penghasilan dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha/kegiatan orang tuanya maka penghasilan tersebut tidak perlu digabung dengan penghasilan orang tuanya. Namun, jika Sherina mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang ada hubungannya dengan usaha/kegiatan orang tuanya, maka penghasilannya harus digabung dengan penghasilan orang tuanya. Nah, jika tidak perlu digabung dengan penghasilan orang tuanya, apakah Sherina harus lapor SPT sendiri? Ternyata tidak, penghasilan Sherina cukup dilaporkan tersendiri dalam form 1770-III atau 1770S-II bagian Penghasilan yang telah dikenakan pajak final.

Hal ini ternyata sangat memudahkan dan juga memberikan insentif bagi WP yang mempunyai anak yang belum dewasa dan sudah punya penghasilan, karena di satu sisi anak tersebut masih menjadi tanggungan dalam PTKP, di sisi lain penghasilan anak telah dikenakan PPh yang sifatnya final! Sehingga WP tidak terbebani dnegan pembayaran pajak lain akibat penggunaan tarif progesif. Hal ini tentunya tidak berlaku jika penghasilan anak didapat dari pekerjaan yang ada hubungannya dengan usaha/kegiatan orangtuanya. Namun seberapa banyak anak yang mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang ada hubungannya dengan usaha/kegiatan orangtuanya?

Di UU PPh baru yang akan berlaku tahun 2009, terdapat perbedaan perlakuan bagi penghasilan anak yang belum dewasa. Pasal 8 ayat (4) diubah redaksinya menjadi: Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya. Sedangkan penjelasannya berubah menjadi: Penghasilan anak yang belum dewasa dari mana pun sumber penghasilannya dan apa pun sifat pekerjaannya digabung dengan penghasilan orang tuanya dalam tahun pajak yang sama.

Dengan demikian, dalam tahun 2009 nanti, anak yang belum dewasa harus menggabungkan penghasilannya dari pekerjaan apapun ke penghasilan orangtuanya. Hal ini mempunyai implikasi bahwa penghasilan yang biasanya cukup dilaporkan dalam lampiran SPT sebagai penghasilan yhang telah dikenakan pajak bersifat Final, harus digabungkan dengan penghasilan orangtuanya dan akan dikenakan tarif progresif. Padahal, anak yang bekerja tidak mendapatkan PTKP anak bekerja seperti halnya Istri bekerja yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suaminya.

Berarti terdapat potensi PPh Pasal 29 WPOP yang berstatus karyawan, yang mempunyai istri sebagai karyawan juga, dan mempunyai anak yang belum dewasa yang mempunyai penghasilan sebagai fotomodel, di dalam SPT PPh tahun 2009. Hal ini tidak akan terjadi dalam SPT tahun 2008 ke bawah, karena penghasilan anak tadi masuk dalam form SPT 1770S-II.

Pertanyaan lanjutan adalah, bagaimana perlakuan PPh anak yang belum dewasa jika kedua orangtuanya mempunyai perjanjian pisah harta (prenuptial agreement)? Karena dalam penjelasan pasal 8 ayat (4), yang diatur hanyalah perlakukan penghasilan anak yang belum dewasa yang orang tuanya telah berpisah (status HB dalam SPT). Sedangkan jika orangtuanya berstatus PH belum diatur. Hal ini seharusnya sudah perlu diatur sejak UU PPh tahun 1994 diundangkan, namun karena dalam UU tersebut hanya sedikit anak yang belum dewasa yang penghasilannya harus digabung dengan penghasilan orangtuanya, maka potensi dispute ini tidak diperhatikan.

Ayah Rulli
tulisan ini sepenuhnya pendapat pribadi.

Comments»

1. dwides - October 31, 2008

Hanya satu yg kukomentari…
kok sherina jadi cantik gitu yeeee🙂

Untuk materi belum siap kasih komentar om hehehehehehe

2. maskokilima - November 5, 2008

halah!

3. ahmad - October 8, 2010

mau nanya, kalo punya anak sudah dewasa tapi belum bekerja, apakah itu masuk sebagai tanggungan dari orang tua?
terimakasih infonya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: