jump to navigation

NPWP Aspal… November 5, 2008

Posted by maskokilima in Tax.
Tags: , , , ,
trackback

soho-kecil2Ini cerita tentang sebuah struk lagi. Ceritanya di dekat rumah kami terdapat sebuah supermarket yang lumayan ramai. Supermarket itu setara bahkan bisa dibilang lebih besar daripada supermarket waralaba seperti Indomaret ataupun Alfamart. Sering kami berbelanja di sana, tanpa prasangka apapun. Setelah belanja tanpa meneliti lebih lanjut kecuali masalah harga, struk belanja dari supermarket itupun kami buang begitu saja. Semua itu hanyalah masalah sampah. Sampai suatu ketika sekitar enam bulan lalu, tidak sengaja saya melihat struk belanja kami di supermarket itu dibagian NPWP. Sungguh terkejut karena saya yakin bahwa NPWP yang tercantum dalam struk belanja tersebut bukanlah milik supermarket itu, melainkan milik suatu perusahaan sejenis yang levelnya nasional dan sangat dikenal oleh konsumennya.

Karena dipenuhi tandatanya yang sangat besar, suatu ketika kami sempat bertanya kepada kasir di supemarket tersebut apakah memang supermarket ini merupakan cabang atau bagian dari supermarket yang NPWP-nya tercantum dalam struk ini? Dijawab bahwa ini perusahaan sendiri dan terkait dengan supermarket yang kami tanyakan itu. Hanya saja waktu itu saya tidak menanyakan kenapa struknya menggunakan NPWP supermarket lain. Terlintas juga dalam pikiran kami, bahwa mesin cash register supermarket ini adalah mesin eks supermarket lain, sehingga data yang tercantum adalah data lama. Namun argumen ini menjadi mentah mengingat bahwa nama supermarket, alamat serta nomor telepon adalah benar milik supermarket di dekat rumah kami itu. Hal ini membuktikan bahwa supermarket ini memang sengaja menggunakan NPWP milik orang karena, data dirinya valid tercantum dalam struk sedangkan data NPWP salah. Kalau beralasan bahwa dia tidak tahu cara merubahnya, sungguh tidak masuk akal karena untuk merubah nama, alamat dan nomor telepon dia bisa.

Sungguh, kami tidak menyangka, bahwa penyalahgunaan NPWP ini bisa dilakukan dan tidak main-main karena lokasinya berada di tengah kota Jakarta.  Ketika kami buka UU KUP ternyata penyalahgunaan NPWP atau NPPKP oleh yang tidak berhak diancam pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun serta denda paling sedikit 2 kali dan sebanyak-banyaknya 4 kali jumlah pajak yang terutang atau kurang dibayar. Dan juga dinyatakan bahwa untuk penyalahgunaan NPWP/NPPKP ini tidak ada istilah alpa (Pasal 38), melainkan selalu sengaja (Pasal 39), sehingga pasal 13A UU KUP tidak berlaku.

Semoga tulisan ini bisa menjadi amunisi bagi DJP dalam menegakkan law enforcement dalam bidang perpajakan. Apakah unsur kerugian negara timbul dari kasus ini menjadi PR bagi DJP jika ingin membawa kasus ini ke bidang pidana. Pun jika tindak pidana tidak terbukti, sanksi Pasal 14 pun sudah menanti karena wajib pajak mengisi struk belanja (sebagai faktur pajak sederhana) dengan NPWP milik orang lain. Mudah-mudahan supermarket ini memang sudah PKP, kalau ternyata memang belum PKP, apalagi yang bisa dikatakan selain “Apa Kata Duniaa……

Ayah Rulli
Tulisan ini hanya pendapat pribadi

 

Comments»

1. triyani - November 5, 2008

duhh.. ini tindak pidana perpajakan di depan mata tuh enaknya diapain yah😛

2. maskokilima - November 6, 2008

enaknya ya di hajar mbak Tri..

3. NaNa - November 18, 2008

bisa gak yang begitu diadukan? kan kalian orang pajak…?

4. stormfall age of war tipps deutsch - January 20, 2016

stormfall age of war tipps deutsch

NPWP Aspal… | maskokilima


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: