jump to navigation

Dilbert November 6, 2008

Posted by maskokilima in Rumah.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Seingat kami, kami berlangganan koran kompas, sejak menikah dan waktu itu masih nebeng di rumah mertua, sejak saat itu kami belum pernah putus berlangganan koran ini meskipun media internet dan televisi bisa jadi memberikan informasi yang lebih cepat. Hal ini terjadi karena kami lebih sering membaca kompas diwaktu malam setelah selesai bekerja. Saya pribadi paling suka artikel-artikel kompas yang jauh lebih bergaya bahasa sekolahan, sedangkan kakak Farrel lebih menyukai kompas karena TTSnya (Farrel bisa membaca dengan lancar di umur 3 tahun, salah satunya karena mengisi TTS ini). My lady, lebih sering membolak-balik kompas minggu yang lebih bernuansa lifestyle.

Tapi sebenarnya saya lebih cenderung sebal dengan kompas minggu, bukan karena isi artikelnya, namun lebih karena saya tidak menemukan apa yang selalu saya cari pertama kali di koran kompas dari hari senin sampai sabtu. Dilbert! Ya, komik dilbertlah yang membuat saya sebal karena komik ini tidak hadir di hari minggu. Di hari lain, persetan dengan pilkada atau pemilu bahkan persetan dengan Obama yang selalu menjadi headline news, saya selalu mencari klasika terlebih dahulu dan membaca dilbert.

Saya lupa kapan persisnya dilbert muncul di kompas, kalau tidak salah bersamaan dengan munculnya komik spiderman. Tapi satu keunggulan dilbert adalah tidak ada subtitel dari komik ini. Padahal kata-kata yang digunakan dalam komik ini bukanlah kata-kata biasa, banyak kata slang dan jargon yang terkait dengan dunia kantor/pekerjaan/HRD yang hadir tanpa disertai dengan subtitel. hal ini memaksa saya untuk membuka kamus, karena bahasa Inggris saya pas-pasan.

Selain masalah bahasa, saya menyukai dilbert karena komik ini menceritakan dengan satir dunia kerja yang berlaku di negeri antah berantah yang cenderung membolak-balikkan logika dan good habits. Seperti dalam dibawah inidilbert

Terlihat, betapa satirnya kalimat dari catberg, yang merekrut orang hanya untuk mengubur janitornya yang sudah meninggal, bukan untuk menggantikannya.

Dari banyak tokoh di komik ini, saya paling menyukai Ashok, seorang karyawan magang yang selalu bekerja paling keras namun tidak pernah mendpatkan reward yang berarti. Berikut ini adalah list dalam komik dilbert.

Dilbert, karekater utama, sering digambarkan menggunakan kemeja putih, celana gelap dan dasi bergaris.Dilbert adalah insinyur lulusan MIT dan digambarkan kurang bersosialisasi, meskipun secara pekerjaan cukup kompeten.

Pointy Haired Boss, merupakan bos dilbert, nama aslinya tidak pernah disebutkan. Seorang Manajer yang tidak mengetahui istilah teknis, meskipun selalu menggunakannya.

Wally, seorang insinyur yang pekerjaannya hanya menunggu PHK sambil mengharapkan uang pesangon b esar.

Alice, satu-satunya insinyur wanita di komik ini. Digambarkan sebagai cewek yang mempunyai rambut segitiga besar.

Asok, Keturunan India lulusan IIT, ber IQ 240, namun sangat naif dalam pergaulan kantor.

Dogbert, sebenarnya anjing peliharaan Dilbert,  tapi digambarkan sebagai megalomaniac, yang bercita-cita memperbudak seluruh umat manusia.

Ratbert, sebenarnya bukan tokoh utama, tapi karena pembaca menyukuainya, akhirnya dijadikan tokoh utama. Seekor tikus laboratorium yang lucu dan seorang observer yang briliant (suatu paradoks bahwa seekor tikus lab justru jadi observator).

Catberg, seekor kucing yang digambarkan mempunyai posisi sebagai direktur HRD yang sangat jahat. Dia paling suka secara sadis melihat karyawan di komik ini takut akan pekerjaannya.

Carol,  Sekretaris Hairy Pointy Boss yang yang tidak menyukai Boss-nya. Si Boss pun mengatakan bahwa carol tidak akan dipromosikan dari jabatan sekretaris meskipun sudah memperoleh gelar MBA.

 

 

Comments»

1. NaNa - November 11, 2008

kalo yang model begini sih emang bisa dimengerti, tapi seringkali istilah yang digunakan agak tidak umum. kadang2 kan males juga kudu cari kamus sekedar untuk ketawa……..

2. Rulli - November 17, 2008

Tapi udah dari jum’at kemarin Dilbert udah gak muncul di Klasika Kompas. Ada apakah gerangan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: