jump to navigation

Jadi wajib pajak December 23, 2008

Posted by maskokilima in Rumah, Tax.
Tags: , , ,
trackback

Ini pengalaman yang tak terlupakan. Biasanya ke kantor pajak as tax officer, sekarang aku datang ke kantor pajak sebagai wajib pajak dan menyembunyikan identitas diri sebagai fiskus. Awalnya adalah keinginan untuk pindah domisili NPWP. Karena dari sebelum nikah ayah sudah punya kartu NPWP dengan domisili sesuai KTP yang waktu itu nembak dan ikut KK dari salah satu temen kantor (sekarang sudah almarhum) yang jadi ketua RT. Karena sekarang sudah punya rumah sendiri di maskokilima, maka ingin punya NPWP dengan domisili di KPP yang wilayahnya meliputi maskokilima.

Seharusnya prosedur yang disarankan adalah meminta surat pindah dari KPP Lama baru mendaftar di KPP Baru. Tapi jika di balik hal itu juga tidak masalah, karena nantinya KPP Baru yang wajib meminta surat pindah dari KPP Lama. So ayah pada Kamis (04/12/08) datang ke KPP baru yang wilayahnya meliputi maskokilima untuk pindah baru (nama keren permohonannya). Oh iya, KPP baru ini sebenernya merupakan eks kantor ayah karena ayah pernah bertugas di sini dari tahun 95-98. Namun karena rotasi petugas, maka tidak ada yang mengenali ayah. Oleh petugas di sini di katakan jangka waktunya prosesnya 3 hari kerja karena sehari untuk proses surat permintaan surat pindah ke KPP Lama, dan dikirim by faks, sehari di KPP Lama untuk memproses surat pindah dan akan dikirim juga by faks ke KPP Baru, dan sehari lagi proses pembuatan NPWP di KPP baru setelah menerima surat pindah dari KPP Lama. OK deal! Karena memang sesuai dengan PER-44/PJ./2008.

Nah di hari Kamis (18/12/08) setelah mengantar kakak menari, ayah menyempatkan diri ke KPP Baru dengan harapan langsung mengambil kartu NPWP baru, karena kartu NPWP lama sudah disita petugas.😀 Khan berabe kalo di jalan gak bawa kartu NPWP, serasa gak berhak menikmati keindahan Indonesia ini.

Ternyata, kartu NPWP baru belum jadi. Surat permintaan untuk menerbitkan surat pindah sudah dikirim by faks ke KPP Lama dua kali, tanggal 05/12/08 dan 16/12/08 semuanya tanpa jawaban. WTF! Jadinya disaranin sama petugas di KPP Baru untuk mencari keterangan di KPP Lama dengan membawa surat permintaan dari KPP Baru dan bukti transfer faks-nya. Padahal ini yang ayah segan karena KPP Lama terkenal dengan macet dan susah parkirnya. Tapi mumpung sempet, OK dijalanin deh.

Di KPP Lama, karena tanggal 18 berjubel-jubel WP yang mengantri. Loket NPWP dijaga satu petugas dan itu ternyata petugas magang dari D3 STAN yang baru lulus. Mereka even belum PNS. Aku tanya, “Mas untuk minta surat pindah ke mana?” Dia menjawab, “Petugasnya keluar makan Pak, silakan ditunggu.” Aku lihat arloji ternyata jam 13.57 WIB. Hmmm….

Jam 14.05 aku tanya lagi sama petugasnya, “Sudah datang petugas surat pindahnya?” Dia jawab belum. Jadinya aku minta dia untuk menelepon petugas ybs. Sayangnya karena dia hanya pegawai magang, dia gak punya nomor telepon petugas itu. Waktu ditanya Kasi Pelayanan dia jawab ikut makan. Wadaw! Akhirnya jam 14.15 ada petugas lain yang masuk dan membantu anak magang itu. Aku menyerahkan surat permintaan surat pindah dari KPP Baru dan meminta surat pindah dari KPP ini. Petugas itu mengatakan besok kembali lagi ya pak. Aku tolak dengan alasan bahwa surat ini sudah di faks 2 kali terakhir tanggal 16/12/08 dan batas waktunya maskimal satu hari, sedangkan sekarang sudah tanggal 18/12/08, maka aku berhak mendapatkan surat pindah sekarang. Dia bilang ditunggu ya pak.

Jam, 14:45 petugas yang mengurusi surat pindah dan NPWP badan datang tanpa penyesalan. Dia langsung bekerja, tapi karena tahu banyak yang menunggu, dia tidak duduk di kursinya sendiri (takut kali ya) jam 15:00 Si Kepala Seksi Pelayanan ikut membantu. Namun aku belum dipanggil-panggil. Bete-bete ah… kataku menirukan dewiq dan ipang.  Akhirnya aku dipanggil, ternyata aku dimintai copy KTP, aku memilih nurut dah, disuruh fotocopy di luar, aku memilih naik ke atas dan cuek aja fotocopy KTP di subbag umum. Hehehehehehe, harusnya ini fasilitas buat WP!

Jam 15:30 mulailah dipanggil WP yang minta surat pindah, tapi namaku kok belum? Ternyata nyangkut karena printernya hang! Wuihh…. Akhirnya jam 15:45 namaku dipanggil, aku tanya kok lama? padahal dari tanggal 05/12/08 sudah di faks, katanya karena KPP baru gak mengirimkan KTP. Aku cuma berkomentar, mbak coba baca PER-44 ada gak kewajiban KP Baru untuk mengirimkan KTP? Dia bilang ini aturan di sini pak. Waduh bid’ah lagi nich…

Ternyata, setelah ttd di tanda terima, aku baca ulang surat yang diberikan, surat itu adalah Surat Keterangan Terdaftar! Padahal ayah mintanya Surat Pindah sesuai surat permintaan dari KPP Baru. Waduh! Emosi sudah di ubun-ubun. Mbak saya mintanya surat pindah bukan surat keteranfan terdaftar ayah protes. Dia membolak-balik kertas surat itu seperti orang tolol (sory mbak) dan berkata yang membuat surat ini Pak Anu dan bukan saya pak. OMG…

Akhirnya tepat jam 16.00 Surat Pindahku selesai dengan permohonan maaf karena menunggu lama. Akhirnya, ayah ngebut ke KPP Baru, dan abrakadabra… ternyata dataku di master file nasional belum di update sama KPP Lama, mereka hanya menerbitkan surat pindah tanpa mengupdate statusku untuk pindah lama. Sehingga KPP Baru tidak bisa melakukan proses pemindahan. This is enough, batinku. Akhirnya keluar juga name tag tax officerku dan petugas di KPP Baru langsung menelepon petugas di KPP Lama agar menupdate dataku di Master File Nasional. Akhirnya ayah bilang mas, tolong aku dibikinin NPWP Manual aja deh, ayah harus kembali ke kantor. Dan entah karena bosan melihatku, atau karena wajah melasku atau karena name tag-ku petugas itu mengabulkan permintaanku. jadilah hari itu aku punya kartu NPWP baru dengan kode KPP yang wilayahnya meliputi maskokilima. Meskipun itu masih manual.

End of Story, hari Sabtu (20/12/08) aku kembali ke KPP Baru dan mengambil Surat Keterangan Terdaftar, tanda bahwa ayah officially terdaftar di KPP Baru. Lega deh…

 

Comments»

1. triyani - December 23, 2008

huahahahahaha.. ‘enak’ khan jadi WP😛

2. Rulli - December 24, 2008

hhmmmm….
Seneng ya…?😦

3. triyani - December 24, 2008

heheheh.. bukan gitu oom.. setidaknya dirimu sudah merasakan shg lebih mengerti kalo kadang gw ‘misuh2’ gara2 gap antara peraturan dan praktek di lapangan😀

4. Rulli - December 24, 2008

Iya nih….
Jadi berpikir bahwa ternyata pelayanan KPP (Meskipun itu sudah modern) bisa diklasifikasikan ke beberapa kelas

Yang terendah 0 samapai tertinggi 10

Pelayanan pindah NPWP (kasus-ku) di KPP Lama bisa aku nilai -3

Kabur ah…
eh mau kabur kemana lha wong ini rumahku?

5. NaNa - December 24, 2008

emang betul kata mbak Triyani.
Untuk menumbuhkan empati, harus sekali2 melepaskan sepatu sendiri, dan pakai sepatu orang lain….
hahahahaha…..

6. fiskus juga - December 24, 2008

Duh…untung aja aq sebisa mungkin gak mau mempersulit wp, kasihan. Malahan kalo ada WP yg alamat KTPnya di KPPku tp di MFNnya ada di KPP lain (mungkin salah update wkt program 10 jt wp), langsung aja aq tarik datanya. Aq cuma berharap, Insya Allah kalo aq memudahkan urusan org lain suatu saat urusankupun akan dimudahkan jg..

7. C tea - December 25, 2008

walah ribet amat tuh mas… kyknya wajib didiklatin pelayanan prima lagi tuh🙂
eit aku c tea, inget kan? td nyari2 bahan ttg FLN, nyambung ke blognya mbak Triyani, eh lha kok terus nyambung ke blognya sampeyan

8. Rulli - January 7, 2009

Mbak C tea ini yang pernah sekantor di KPP-073 bukan?

9. awie - January 8, 2009

wah dalam kasus ini kan pindah kpp deket2an…
saia mo pindah kpp dr medan ke jkt, apa ga bisa di proses di jkt saja ? menurut petugasnya saia disuruh ke medan ngurusnya(OMG).

10. Rulli - January 8, 2009

Mas Awie…
Sebetulnya dalam PER-44 yang di atas (bisa di donwload kok)
Untuk Pindah KPP bisa dilakukan langsung di KPP Baru tanpa sekalipun kita berhubungan dengan KPP Lama.

Jika petugas pajak, meminta anda untuk mengurus di KPP Lama, artinya dia gak mau repot. Coba kasih aja PER-44 ini ke mereka, saya yakin mereka akan membantu.

Salam pajak!

11. ahmad riduan - June 12, 2009

saya mengurus npwp karyawan di kantor saya sejak bulan februari 2009 namun sampai saat ini 12 juni 2009 belum selesai juga. mohon bantuan solusi terbaik untuk mendapatkan kartu npwp tersebut. terima kasih

12. Roel - June 15, 2009

Mas Ahmad Riduan, belum selesainya NPWP karyawan itu kalo kata temen-temen di KPP tempat Mas Riduan ngurus NPWP kenapa mas..?

Seharusnya meskipun domisili (sesuai KTP/alamat sebenarnya) karyawan bukan di wilayah kerja KPP perusahaan Mas Riduan, mereka tetep bisa proses NPWP tersebut, meskipun kode KPP tetap kode KPP yang wilayah kerjanya sesuia dengan alamat domisili sebenarnya karyawan tersebut (bukan alamat perusahaan).

Mas Riduan saya anjurkan datangi AR perusahaan di KPP, tanyakan masalah ini. Bawa tanda bukti penerimaan pendaftaran NPWP karyawan tersebut.

Semoga cepat selesai

13. Bambang - July 24, 2009

..kalau saya berusaha belajar jadi orang sabar..sejak Feb09 sudah kirim surat pengajuan pindah KPP dari luar Jawa ke KPP Cimahi (domisili sekarang) lengkap dgn copi KTP…cek ke AR sana bulan April 09 diminta kirim surat pengajuan resmi pindah dari KPP Cimahi. 25 April KPP Cimahi fax ke KPP sana, dicek ke AR akan diproses. Akhir Juni yl setelah saya tanya via telpon sang AR bilang sudah dikirim balasan ke KPP Cimahi ..it’s mean sudah OK…di cek ke KPP Cimahi…tidak terima balasan dari KPP sana dan NPWP saya belum berubah…telpon lagi ke KPP sana ..dibilang bukan urusan AR..tapi bagian pelayanan…ngobrol dengan bagian pelayanan…diterangkan lagi dari awal…jawabannya…harap tunggu dulu…akan diproses kembali…OMG WTF banget yaa…KPP Cimahi sudah profesional sekali bantuannya…eh KPP sana yg luar biasa sekali pelayanannya….

Punya saran?
Thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: