jump to navigation

HP Buat Kakak January 14, 2009

Posted by maskokilima in Rumah.
trackback

Hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 Januari 2009 lalu bunda dapat tugas untuk mengikuti outbound/team building training dari kantor. Salah satu souvenir yang didapat adalah sebuah HP CDMA dari smart. Karena bunda sudah memegang 1 HP GSM dan 1 HP CDMA, maka ayah berinisiatif untuk memberikannya kepada si kakak, antara lain dengan pertimbangan bahwa sebentar lagi kakak akan masuk SD, sehingga sudah sewajarnya mulai diajarkan menggunakan HP agar komunikasi lebih mudah.Sejak awal si kakak menerima HP berwarna kombinasi hitam-coklat itu, suasana serba heboh. Malam hari dia masih sibuk memandang-mandangi HP barunya dengan takjub sambil dicharge, sampai akhirnya dia mau tidur dengan agak sedikit dipaksa.

Besok paginya, tanpa dibangunkan, dia sudah langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung mendatangi HPnya yang masih dicharge. Setelahnya, mulai sibuklah dia menelpon nomor2 yang sudah disave, nomor telepon bunda, nomor telepon ayah, dan nomor telepon maskoki. Dia pula yang sibuk mengganti nada deringnya dengan nada yang paling ramai. Hari itu pula bunda langsung menghubungi ibu guru di sekolahnya agar membantu mengingatkannya supaya tidak pamer HP barunya di depan teman2nya, meskipun pasti akan sulit untuk melarangnya. Sesampulang dari kantor, ternyata dia sudah mendapatkan ilmu baru untuk menambahkan nomor mbak Mun dalam daftar nama phonebooknya.

Aneh rasanya membayangkan benda yang sepuluh tahun lalu itu masih menjadi benda eksklusif, kini menjadi sesuatu yang sangat mudah ditemukan di saku semua orang, bahkan si kakak yang baru akan 6 tahun pun sudah mampu menggunakannya sambil kadang2 berebut dengan adiknya…..

Yang bikin kusut lagi, ternyata manajemen memberikan HP itu untuk tujuan supaya komunikasi antar karyawan dapat berjalan lancar. Setelah HP diserahkan ke kakak, ternyata ada e-mail untuk mengumpulkan nomor HP masing2, agar jika ada hal yang diperlukan sapat saling berkomunikasi dengan biaya yang murah. Dengan santainya, bunda cuma berpikir “silakan dihubungi nomor itu, biar nanti kakak yang menjelaskan….”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: