jump to navigation

Ganti Motor Fan si Buldog January 27, 2009

Posted by maskokilima in B 2804 RN.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Libur panjang imlek, malah dapat masalah. Ujung-ujungnya uang deras keluar sedangkan kami sekeluarga sendiri gak bisa keluar rumah menikmati libur panjang. Sebenarnya masalah ini adalah kelanjutan dari kejadian di bulan Nopember 2008. Saat itu, waktu gerimis pagi hari, ayah dan bunda tanpa prasangka apapun melibas kemacetan Jakarta menuju kantor. Tapi baru sekitar 1 kilometer berjalan dari rumah, terdengar suara seperti plastik pecah dan mobil secara bergoyang ndhut-ndhutan. Cuman sebentar, setelah itu lancar-lancar jaya. Akhirnya kita mengisi bensin dulu di POM Bensin Pasti Pas yang punyanya Pertamina Asli. Setelah isi bensin, jalan dan biasa karena baru jalan ayah lihat-lihat dulu indikator mobil di dashboard. Kaget karena ternyata jarum penunjuk temperatur mesin mobil sudah menunjuk 3/4 yang normalnya hanya dibawah 1/2 dikit. Ada yang tidak beres! Minggir dulu, matiin mesin. Datang Pak Polisi karena posisi mobil parkir di tengah kepadatan jalan Jakarta hari Senin. Setelah dijelaskan bahwa mobil ada kerusakan, Pak Polisi minggir meneruskan tugasnya.ūüėõ

Bunda sempet berusaha meneruskan perjalanan ke kantor menggunakan busway, ternyata antrian sangat parah dan busway yang ditunggu juga jarang lewat. Sedangkan ayah berusaha memeriksa mobil untuk mengetahui ada apakah gerangan? Mobil dinyalain lagi, temperatur masih diatas normal. Liat di moncong depan di rasain apakah fan radiator berputar, hasilnya nihil. Balik lagi ke dalam nyalain AC, cek lagi ke depan, ternyata fan radiator masih tak bergerak. Kenapa tak bergerak? Cek elektrik, fusebox di buka, ternyata fuse buat Fan Radiator dan AC putus. Kenapa putus? masih bingung. Ambil senter, longok-longok moncong buldok lagi, baikd ari atas maupun bawah. Sepintah keliatan seperti ranting nyangkut di fan radiator. Pakai tangan dicoba untuk dilepas, kaget karena ternyata panas dan ada darah menetes dari ranting. Dilihat lebih jelas lagi, ternyata TIKUS (mati, tentu saja) yang membuat fan saya tidak berputar dan membuat mobil overheat. Bunda datang lagi dan membatalkan niatnya untuk ke kantor. Setelah ketahuan ada tikus kita berdua mencoba melepaskan tikus itu. Dan ternyata bunda yang lebih perkasa, karena di tangan bunda tikus itu berhasil dikeluarkan.

Masalah belum selesai, karena fuse putus, dan ayah gak punya persediaan. Diputuskan mobil harus ke bengkel. Di sini masalah yang sebenernya terjadi. Ayah memutuskan untuk ke bengkel yang deket rumah, bukan bengkel yang biasa. Sama-sama resmi memang. Di bengkel deket rumah ini, setelah dicek, disimpulkan Fan Radiator masih normal, hanya ganti fuse saja. Damage Cost, fuse kecil 5.000 untuk AC, Fuse kotak 25.000 untuk Fan dan Jasa Pengecekan 88.000,- . Bayar, pulang dan meneruskan kebiasaan lama (bekerja tentu saja).

Setelah itu, seringkali AC¬†tidak dingin, dan akhir Desember, Fuse AC putus lagi. Karena gampang ayah ganti sendiri, beli di toko onderdil fuse AC 25 A cuman seribu dua biji.ūüôā Ternyata gak bertahan lama. Dua minggu kemudian fuse itu leleh. Ganti lagi, orang masih punya persediaan. Dan tanggal 25 Januari kemarin fuse AC leleh lagi, dan setelah itu fuse fan radiator putus juga. balik lagi ke Bengkel. Oh iya namanya Bengkel Melissa di jl. Pemuda Rawamangun. Termasuk dalam bengkel resmi Suzuki. Di cek sama Abas. Aya katakan bahwa mesin overheat dan fuse Fan serta AC putus, tolong di cek Fan radiator apakah ada konslerting. OK di cek dulu katanya. Dan SOP Beres memang tidak memperbolehkan konsumen berada di ruangan workshop. Maka Ayah menunggu di ruang tunggu. Sesekali melirik mobil, montir sedang melakukan pengecekan bersejata testpen. Si Abas masuk lagi, dia bilang pak kompresor AC macet, harus diperiksa.

Kok kompresor? batin ayah. Padahal ini masih lumayan baru, tahun 2007 akhir. Ayah tanya, Fan udah diperiksa? dia jawab udah, tapi kompresornya rusak. Ya udah, akhirnya Ayah bilang periksa kompresornya. Diserahkanlah mobil kepada montir AC. Dan diperiksalah kompresor AC itu dengan terlebih dahulu membuang gas freon yang ada di mobil. Setelah agak lama, montir AC keliatan bingung. Dan memanggil Abas kembali untuk diskusi. Akhirnya Ayah gak tahan, langung nyelonong masuk dan tanya ada apa? Akhirnya si Abas bilang yang rusak Fan Radiator, dan harus dibuka. Lho… Dari awal Ayah udah bilang tolong di cek fan radiator khan? Udah di cek belum? Udah pak, tapi cuman setrumnya aja. fan-nya sendiri gak dibuka. Ayah¬†langsung potong, kok gak diperiksa dulu sih? Kak langsung memvonis kompresor? Akhirnya dengan terbata-bata dia bilang bahwa akibat Fan tidak jalan maka kompresor macet, ya Ayah potong lagi ya berarti masalahnya di Fan bukan di kompresor, yang harus diperbaiki Fan bukan kompresor.¬†Sebel!

Sadar bahwa duel mulut tidak menyelesaikan masalah, Ayah bertanya terus bagaimana? Abas bilang, kita gak punya stok, jadi mobil harus ditinggal. Kita bisa beliin partsnya, atau bapak bisa beli sendiri. Partsnya sekitar 1,5 Jt. katanya, karena gak bisa beli terpisah musti Assy. Waks! Aku langsung potong, parts number berapa? Bisa pinjam parts cataloge gak? Dia gak bolehin pinjam parts cataloge, tapi ngasih parts numbernya. OK! Ayah coba konfirm ke e-parts-nya Suzuki.

Di rumah langusng online, nyari e-parts-Suzuki. Ternyata harganya jauh lebih murah. Akhirnya diputuskan tahun baru imlek, Ayah jalan-jalan ke Atrium Senen buat nyari parts dimaksud. Meskipun agak ragu-ragau apakah toko di sana buka waktu libur imlek seperti ini? Akhirnya di temani bunda dan naik busway, ayah ke Atrium Senen lantai 5 berburu motor fan dan cooling fan APV. Sampai di sana, ternyata sedikit sekali yang buka, tapi untunglah ada sekitar 6-7 toko spesialis Suzuki yang buka. Setelah tawar sana tawar sini dan sering diperingatkan bunda supaya jangan keminter nyari barangnya meskipun kita punya contekan parts number dan patokan harga dari Suzuki. Akhirnya didapatkanlah barang yang dimaksud. Cooling Fan lebih murah 12.000 dari patokan harga tapi motor fan lebih mahal 34.000,- gak masalah asalkan tidak membayar 1,5 Jt.

Balik langsung ke bengkel, ternyata parts yang Ayah beli tidak sama persis seperti yang ada di mobil. Tapi bisa di pasang. Arah putaran motor dan baling-baling berbeda, tapi tetep bisa. Gak tahu juga padahal parts numbernya sama. Akhirnya mobil bisa normal kembali, kecuali jarum penunjuk temperatur, yang dahulu langusng berada di anka normal meskipun baru di nyalakan pagi hari sewaktu mesin dingin, sekarang harus nunggu dulu untuk mencapai temperatur normal.

Pas, mau bayar-bayaran, ternyata akau di charge, fuse AC 5.000 (sama seperti yang pertama) Freon 4 pcs @ 62.500 totalnya 250.000 dan Ongkos Pasang motor fan 100.000 sedangkan fuse fan aku bawa sendiri seharga 12.500. Bunda langsung terlonjak demi melihat kami harus membayar Freon 250.000 yang tidak kami minta untuk diperiksa dan tidak ada kerusakan yang kami adukan. Langsung protes kami lontarkan tapi kasir tetep bersikukuh kami harus bayar. Sedangkan Abas yang menerima kami di awal 25 Januari 2009 hari ini tidak masuk dan tidak dapat dihubungi. Semua telepon yang diberikan baik ke Abas maupun Manajer bengkel tidak dapat dihubungi (entah nomor itu palsu atau benar). Akhirnya kasir bilang harga freon di korting 50.000 atau mobil baru bisa diambil besok 27 Januari 2009. WTF!

Setelah hampir satu jam menunggu untuk bicara dengan Manajer atau Abas, dan tidak ada kabar berita, akhirnya kami putuskan membayar ongkos tersebut. Dengan menggerutu tentu saja. Yang saya sesali adalah, jika dari awal Abas melakukan pengecekan Fan Radiator (seperti yang saya minta) seharusnya dia tahu bahwa kerusakan ada di sana dan tidak di kompresor. Karena tidak melakukan pengecekan seperti yang saya minta, maka dia langsung mem-vonis bahwa kompresor rusak dan harus diperiksa dengan mengorbankan freon di mobil, padahal kompresor AC baik-baik saja. Kata-kata si Kasir yang masih saya ingat adalah, bapak harus bayar freon karena saya sudah isi freon ke mobil bapak. Sedangkan bengkel tidak mau mengganti freon saya yang dibuang untuk sesuatu yang masih bagus dan melakukan pengecekan seperti yang saya minta.

 

Comments»

1. dwides - January 27, 2009

Yah namanya juga lagi apes om..Imleknya nggak ujan kaleee hehehehehe

2. feri - September 3, 2009

segitu aja ribet
kalau memang mengerti kerjain sendiri
jangan bisanya ngoceh doang

3. koko - September 28, 2010

buat feri.. :.jngan gitu dong…! siapa yg ga jengkel hdapi tukang bengkel yg sok jawara elektrik… ..udah di peringatkan …cek dulu fun radiator…tp ga dilaks …itu sombong nmanya walo kta ga thu bengkel2an tapi logika tetep jalan …Kasus ini jd plajaran kta …agar dpt saling menghargai pendapat sesama orang …

4. putra sangkuriang - November 4, 2012

hehe bapak motor pan bsa diperbaiki dengan lebih murah…sama dengan punya saya ,,fan nya mati total…padahal waktu iti diperjalanan antara ptrwakarta jkt….tapi dengan kecepatan ditol temp.bsa normal..kecuali berhenti lansung naik….alhmdulilah nyampe rimah….sya bawa ke tukang radiator di buka fan nya..ternyata brass arang nya abis..beli ditoko.spare part hanya 20 rbu sama tkang dinamo dipasangkan udah lanfsung jalan..ingkosnya cuma 50 ribu total semua 70 rbu…uda satu tahun tuh masi bagus……tuh……..silahkan coba yg lebik gampang murah dan efisien…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: